Penelitian yang dilakukan oleh Rebecca E Marina dan Dr. Patricia Felici penulis buku "The Power of Emotions In Our Blood"Dalam bukunya dia bercerita, untuk membuktikan adanya pengaruh EFT terhadap perubahan emosi dan sel darah. Maka, dia sengaja bermain-main dengan emosinya. Semacam mengakses kembali setiap pengalaman yang mengandung emosi tertentu.
Setiap mengingat secara mendalam peristiwa yang pernah dia lewati, dia berusaha agar bisa mendapatkan intensitas tertinggi mengakses emosi pada kejadian itu. Istilahnya, sampai kepada peak emotion. Setelah memastikan dia benar-benar larut dengan peristiwa itu (seolah-olah semacam mengalami kembali). Maka, dia mengecek kondisi darahnya.
Yaitu dengan cara mengambil sampel darah, lalu menggunakan alat "darkfield microscope" yang terhubung dengan layar monitor komputer untuk mengamati dan memotret sel darahnya. Ternyata, hasilnya cukup signifikan. Antara sebelum EFT dan sesudah EFT. Dan tampaklah perubahan drastis pada darah Rebecca tersebut setiap kali emosinya berubah. Berikut ini adalah foto darah seorang Rebecca sebelum dan sesudah melakukan EFT.
Kondisi darah saat sedih
![]() |
| Kondisi darah saat sedih,Sel darah begerak cepat dan berbentuk air mata |
Rebecca melakukan EFT dengan mengundang emosi "sedih" dengan cara memikirkan saat-saat sedih sampai dia menangis, lalu sang pakar EFT mengambil sampel darahnya.
Kondisi darah saat merasakan cinta
![]() |
| Kondisi darah saat merasakan cinta,Sel darah bergerak pelan dan cenderung berkumpul |
Lalu Rebecca menggunakan EFT untuk mengundang energi "cinta" untuk memasuki tubuh dan darahnya. Dan seketika darahnya kembali normal, dan sel-sel darah bergerak dengan indah dan timbul substansi yang berkilauan dalam cairan darah.
Kondisi darah saat merasa takut
![]() |
| Kondisi darah saat merasa takut,Sel darah bergerak tidak beraturan dan berjauhan dengan sangat cepat |
Satu kenyataan menarik pada sampel darah saat "sedih" terjadi perubahan seperti pada sampel darah saat "merasakan cinta". Jadi walaupun darah itu sudah meninggalkan tubuh Rebecca ia tetap masih berhubungan dengan pemiliknya.
Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat dan terlihat berjauhan. Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.
Kemudian seorang Rebecca mengundang rasa takut dan memikirkan kejadian menakutkan yang pernah ia alami. Dan sel-sel dalam darahnya bergerak tidak beraturan dengan sangat cepat dan terlihat berjauhan. Mungkin ini adalah akibat dari produksi adrenalin sebagai reaksi normal atas rasa takut.
Kondisi darah saat berdoa
![]() |
| Kondisi darah saat berdoa,Timbul substansi putih berkilauan, darah bergerak pelan dan sangat teratur |
Lalu Rebecca mecoba untuk memikirkan "sifat Tuhan", sifat penyayang, penyantun dan pemelihara. Dan memohon kepada-Nya untuk menyalurkan energi itu kedalam tubuh dan darahnya. Saat berdoa tersebut, Rebecca merasakan seperti ini,
"saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya" Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat kondisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain.
Cairan darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.
setelah melakuan uji laboratorium ini, Rebecca marina menyimpulkan;
"saya merasakan gelombang energi yang begitu besarnya menyelimuti diri saya, saya sampai menangis bahagia karenanya" Saat sampel darah Rebecca diambil setelah berdoa dan merasakan pengalaman religius itu, kemudian dilihatkan dibawah mikroskop yang dihubungkan dengan komputer, semua yang hadir dilaboratorium itu seketika terdiam dan terpana karena melihat kondisi darah yang sama sekali berbeda dengan yang lain.
Cairan darahnya sangat cerah, gerakan sel darah sangat tenang seakan bergerak dengan penuh kedamaian, muncul banyak substansi yang berkilauan. Di dalam sel darah terdapat substansi yang bercahaya dan berdenyut seperti denyutan jantung mini.
setelah melakuan uji laboratorium ini, Rebecca marina menyimpulkan;
1. EFT dapat meningkatkan intensitas emosi kita, dan menimbulkan dampak perubahan drastis baik emosi maupun fisik. 2. EFT dapat digunakan secara sengaja untuk meningkatkan baik emosi negatif maupun Positif 3. Emosi yang berbeda menimbulkan efek yang berbeda secara drastis pada darah kita 4. kita dapat menggunakan EFT untuk mengubah kondisi emosi kita dengan sengaja 5. EFT merupakan teknik terapi Psikis dan Psikosomatis yang dapat dibuktikan secara ilmiah dan tidak bersifat klenik/ magic. 6. EFT dapat menstimulasi pengalaman religius, karena sebenarnya potensi ilahi itu sudah ada secara inherent dalam diri kita.
Sumber : http://www.terapijogja.com/2012/06/bukti-ilmiah-hipnoterapi-eft-jogja.html
Copyright http://www.terapijogja.com/Under Common Share Alike Atribution
Sumber : http://www.terapijogja.com/2012/06/bukti-ilmiah-hipnoterapi-eft-jogja.html
Copyright http://www.terapijogja.com/Under Common Share Alike Atribution
- EFT dapat meningkatkan intensitas emosi kita, dan menimbulkan dampak perubahan drastis baik emosi maupun fisik.
- EFT dapat digunakan secara sengaja untuk meningkatkan baik emosi negatif maupun Positif
- Emosi yang berbeda menimbulkan efek yang berbeda secara drastis pada darah kita
- Kita dapat menggunakan EFT untuk mengubah kondisi emosi kita dengan sengaja
- EFT dapat menstimulasi pengalaman religius, karena sebenarnya potensi ilahi itu sudah ada secara inherent dalam diri kita.
"I do not know the answers to many questions. But I will keep doing experiments in the hope of helping us all".
With much love,
Rebecca Marina





Tidak ada komentar:
Posting Komentar