Sabtu, 16 Februari 2013

Efek dari kata - kata


Efek dari Kata – kata Negatif

Ada yang unik dan menarik yang dilakukan salah satu suku di dunia yaitu suku Solomon,Salah satu kebiasaan yang ditemui pada penduduk di Kepulauan. Solomon, Pasifik Selatan.
yakni meneriaki pohon.Kebiasaan ini mereka lakukan pada pohon dgn akar-akar yang sangat kuat & sulit utk dipotong dengan kapak. Tujuannya supaya pohon itu mati,kok bisa ? yach ini pengaruh sebuah kata – kata terhadap kehidupan.

Caranya, beberapa penduduk yang lebih kuat & berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu. Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah pohon, mereka akan berteriak kata negatif sekuat-kuatnya kepada pohon itu seperti memaki dan mencaci.

Memang hal ini tidak langsung kelihatan efeknya,berlahan tapi pasti,mereka lakukan berulang kali,Mereka lakukan teriakan ber jam-jam, selama kurang lebih 40 hari. & apa yang terjadi sungguh sangat menakjubkan.Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan daunnya mulai mengering, ini fakta!!
Setelah itu dahan-dahannya jg mulai rontok & perlahan-lahan pohon itu akan mati & mudah ditumbangkan.

Mereka telah membuktikan bahwa teriakan-teriakan negatif yg dilakukan terhadap mahkluk hidup seperti pohon akan menyebabkan kerapuhan dan kematian.

Bagaimana dengan Hidup kita ? bagaimana pengaruh kata – kata terhadap hidup kita sendiri ? terhadap keluarga ? apa lagi terhadap orang – orang terdekat kita ?

Apa yang di lakukan oleh suku Solomon adalah bukti nyata,apa yang sebenarnya kita ucapkan berulang kali baik sengaja maupun tidak akan sangat berpengaruh terhadap kehidupan,sebenarnya hal ini sudah di sampaikan oleh nabi Muhamad SAW dalam hadistnya.
Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda.

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ

“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”

Imam Nawawi berkomentar tentang hadits ini ketika menjelaskan hadits-hadits Arba’in. Beliau menjelaskan, “Imam Syafi’i menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah apabila seseorang hendak berkata hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika diperkirakan perkataannya tidak akan membawa mudharat, maka silahkan dia berbicara. Akan tetapi, jika diperkirakan perkataannya itu akan membawa mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka hendaknya dia tidak usah berbicara”. Sebagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih banyak diam daripada berbicara”.

Kata – kata kita bisa membuat sakit tapi kata – kata bisa juga menyehatkan,tergantung bagaimana kita menggunkan kata – kata tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar