Efek dari Kata – kata
Negatif
Ada yang unik dan
menarik yang dilakukan salah satu suku di dunia yaitu suku Solomon,Salah satu
kebiasaan yang ditemui pada penduduk di Kepulauan. Solomon, Pasifik Selatan.
yakni meneriaki
pohon.Kebiasaan ini mereka lakukan pada pohon dgn akar-akar yang sangat kuat
& sulit utk dipotong dengan kapak. Tujuannya supaya pohon itu mati,kok bisa
? yach ini pengaruh sebuah kata – kata terhadap kehidupan.
Caranya, beberapa
penduduk yang lebih kuat & berani akan memanjat hingga ke atas pohon itu.
Lalu, ketika sampai di atas pohon itu bersama dengan penduduk yang ada di bawah
pohon, mereka akan berteriak kata negatif sekuat-kuatnya kepada pohon itu
seperti memaki dan mencaci.
Memang hal ini tidak
langsung kelihatan efeknya,berlahan tapi pasti,mereka lakukan berulang kali,Mereka
lakukan teriakan ber jam-jam, selama kurang lebih 40 hari. & apa yang
terjadi sungguh sangat menakjubkan.Pohon yang diteriaki itu perlahan-lahan
daunnya mulai mengering, ini fakta!!
Setelah itu
dahan-dahannya jg mulai rontok & perlahan-lahan pohon itu akan mati &
mudah ditumbangkan.
Mereka telah
membuktikan bahwa teriakan-teriakan negatif yg dilakukan terhadap mahkluk hidup
seperti pohon akan menyebabkan kerapuhan dan kematian.
Bagaimana dengan
Hidup kita ? bagaimana pengaruh kata – kata terhadap hidup kita sendiri ?
terhadap keluarga ? apa lagi terhadap orang – orang terdekat kita ?
Apa yang di lakukan
oleh suku Solomon adalah bukti nyata,apa yang sebenarnya kita ucapkan berulang
kali baik sengaja maupun tidak akan sangat berpengaruh terhadap
kehidupan,sebenarnya hal ini sudah di sampaikan oleh nabi Muhamad SAW dalam
hadistnya.
Al-Bukhari dalam kitab Shahihnya no. 6475 dan Muslim
dalam kitab Shahihnya no. 74 meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah bahwa
Rasulullah bersabda.
وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaknya dia berkata yang baik atau diam”
Imam Nawawi
berkomentar tentang hadits ini ketika menjelaskan hadits-hadits Arba’in. Beliau
menjelaskan, “Imam Syafi’i menjelaskan bahwa maksud hadits ini adalah apabila
seseorang hendak berkata hendaklah ia berpikir terlebih dahulu. Jika
diperkirakan perkataannya tidak akan membawa mudharat, maka silahkan dia
berbicara. Akan tetapi, jika diperkirakan perkataannya itu akan membawa
mudharat atau ragu apakah membawa mudharat atau tidak, maka hendaknya dia tidak
usah berbicara”. Sebagian ulama berkata, “Seandainya kalian yang membelikan
kertas untuk para malaikat yang mencatat amal kalian, niscaya kalian akan lebih
banyak diam daripada berbicara”.
Kata – kata kita bisa membuat sakit tapi kata – kata bisa
juga menyehatkan,tergantung bagaimana kita menggunkan kata – kata tersebut.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar